Tuesday, 28 January 2014


"Pentingnya dan Manfaat Membaca Lafadz Bismillah"

.:: BISMILLAH... ::.



Bismillah sebuah kalimat yang tidak asing di telinga dan lisan seorang muslim. Bismillah diucapkan ketika akan memulai setiap perkara yang bermanfaat. Dzikir ini mengandung keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

Terjaga dari Setan
Rasulullah bersabda: “Apabila seorang masuk ke rumahnya dan mengingat Allah (berdzikir) ketika masuknya dan ketika makan, maka setan berkata: “Tidak ada tempat istirahat dan makan malam untuk kalian.” Dan apabila ia masuk dan tidak mengingat Allah ketika masuk, maka setan berkata: “Kalian telah mendapatkan tempat istirahat.” Dan apabila ia tidak mengingat Allah ketika makan, maka ia berkata:”Kalian mendapatkan tempat istirahat dan makan malam”.*(1
Imam Nawawi berkata, “Dengan demikian, disunnahkan untuk mengingat Allah ketika masuk rumah dan makan.”*(2

Menyempurnakan Barakah
Dengan bismillah akan dapat menyempurnakan keberkahan pada amal, Rasulullah bersabda,
“Setiap perkara yang tidak dimulai dengan bismillah (dalam riwayat lain: dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang) keberkahan-Nya.” *(3  

Dilindungi Allah dari gangguan Jin
Dan sabdanya, “Penghalang antara mata jin dan aurat Bani Adam, apabila salah seorang dari mereka melepas pakaiannya, ialah dengan membaca Bismillah.”*( 4  

Pengalaman Nyata
Ketika Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun, jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” maka ia berkata, “berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah,” lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahaya kepadanya. *(5 
Sumber : Al-Hisnu al-Waqi’, Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Muhammad   as-Sad-han, dengan pengantar dari Syaikh Dr. ‘Abdullah bin Abdir-Rahman bin Jibrin.
***
  1. HR. Muslim, 2018.
  2. Syarh Muslim ‘ala Muslim, 7/54
  3. Dishahihkan oleh Jamaah, seperti Ibnu Shalah, Nawawi di dalam Adzkar-nya. Syaikh bin Baz berkata: “Hadist Hasan dengan syawahidnya”.
  4. Sebagaimana terdapat dalam al-Jami’ Shaghir. Dan dihasankan oleh Munawi dalam syarhnya.
  5. Dikeluarkan oleh al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Thabrani, Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih. Lihat Tahdzib at-Tahzib, Ibnu Hajar, 3/125.
=======
Adapun jika kita terlupa membaca ‘bismillah’ di awal waktu kita makan, maka kita cukup membasa ‘bismillah awwalahu wa aakhirohu’ di saat kita ingat.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Apabila salah seorang kamu makan, maka sebutlah nama Allah Ta’ala (bismillah -pen). Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal makannya, maka hendaklah ia mengucapkan,

بِسْمِ اللهِ أوَّلَهُ وَ اخِرَهُ Bismillahi awalahu wa'aqirohu(Dengan menyebut nama Allah pada awalnya dan pada akhirnya)’.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan shahih”)

Kita juga disunnahkan membaca bismillah ketika kendaraan yang kita kendarai mogok. (HR. Abu Daud, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud III/941)
=======

Wednesday, 27 November 2013

Kondisi hukum & penegakkan hukum di Indonesia






 Kondisi Hukum di Indonesia saat ini lebih sering menuai kritik daripada pujian. Berbagai kritik diarahkan baik yang  berkaitan dengan penegakkan hukum , kesadaran hukum , kualitas hukum, ketidakjelasan berbagai hukum yang berkaitan dengan proses berlangsungya hukum dan juga lemahnya penerapan berbagai peraturan. Kritik begitu sering dilontarkan berkaitan dengan penegakan hukum di Indonesia. Kebanyakan masyarakat kita akan bicara bahwa hukum di Indonesia itu dapat dibeli, yang menang mereka yang mempunyai jabatan, nama dan kekuasaan, yang punya uang banyak pasti aman dari gangguan hukum walau aturan negara dilanggar. Ada pengakuan di masyarakat bahwa karena hukum dapat dibeli maka aparat penegak hukum tidak dapat diharapkan untuk melakukan penegakkan hukum secara menyeluruh dan adil. Sejauh ini, hukum tidak saja dijalankan sebagai rutinitas  belaka tetapi tetapi  juga dipermainkan seperti barang dagangan . Hukum yang seharusnya menjadi alat pembaharuan masyarakat, telah berubah menjadi semacam mesin pembunuh karena didorong oleh perangkat hukum yang morat-marit dan carut marut.

 Praktik penyelewengan dalam proses penegakan hukum seperti, mafia hukum di peradilan, peradilan yang diskriminatif atau rekayasa proses peradilan merupakan realitas yang gampang ditemui dalam penegakan hukum di negeri ini. Peradilan yang diskriminatif menjadikan hukum di negeri ini persis seperti yang didiskripsikan Filsuf Plato bahwa hukum adalah jaring laba-laba yang hanya mampu menjerat yang lemah tetapi akan robek jika menjerat yang kaya dan kuat. 


 Orang biasa yang ketahuan melakukan tindak pencurian kecil, seperti anak dibawah umur sdr Hamdani yang ‘mencuri’ sandal jepit bolong milik perusahaan di mana ia bekerja di Tangerang, Nenek Minah yang mengambil tiga butir kakao di Purbalingga, Aguswandi Tanjung yang ‘numpang’ ngecas handphone di sebuah rumah susun di Jakarta serta Kholil dan Basari di Kediri yang mencuri dua biji semangka langsung ditangkap dan dihukum sebesart beratnya. Sedangkan seorang pejabat negara yang melakukan korupsi uang milyaran rupiah milik negara dapat bebas berkeliaran dengan bebasnya. Berbeda halnya dengan kasus-kasus yang hukum dengan tersangka dan terdakwa orang-orang yang memiliki kekusaan, jabatan dan nama.

Perbudakan Massa Kini (Human Traffiking)

Perbudakan Massa Kini ( Human Traffiking )



Saya sangat tidak setuju dengan perbudakan manusia seperti ini
         Human trafficking atau perdagangan orang dalam sejarah indonesia pernah ada melalui perbudakan atau penghambaan. Pada masa kerajaan perdagangan orang yaitu perempuan pada saat itu merupakan bagian pelengkap dari sistem pemerintahan yang feodal. Pada masa itu konsep kekuasaan raja digambarkan sebagai kekuasaan yang mulia dan agung.
       Perdagangan orang yang mayoritas adalah perempuan dan anak, merupakan jenis perbudakan pada era modern. Ini merupakan dampak krisis dimensional yang di alami Indonesia. Pada saat sekarang ini sudah dinyatakan sebagai masalah global yang serius dan bahkan telah menjadi bisnis global yang telah memberikan keuntungan besar terhadap pelaku. Dari waktu ke waktu praktik perdagangan orang semakin menunjukan kualitas dan kuantitasnya. Setiap tahun diperkirakan 2 (dua) juta orang dipedagangkan dan sebagian besarnya adalah perempuan dan anak.
       
 Di sisi lain, hal ini terjadi karena kemiskinan struktural seperti tidak mampunyai keluarga untuk mengikuti kenaikan harga bahan pokok memaksa mereka mengirim anggota keluarganya untuk bekerja. Mekanisme yang belum efektif untuk melindungi perempuan dan anak yang dieksploitasi tersebut memungkinkan adanya perdagangan orang. Bentuk bentuk eksploitasi itu sendiri diantara dengan memperlakukan korban untuk bekerja yang mengarah pada praktik praktikeksploitasi seksual, perbudakan, perbuatan transplantasi organ tubuh untuk tujuan komersil sampai penjualan bayi.
       Sejak awal Indonesia telah mengkriminalisasikan perdagangan orang yang diatur dalam pasal 297 KUHP. Akan tetapi, karena perdagangan orang sudah berkembag menjadi kejahatan transnasional yang terorganisir, maka diperlukan adanya pembaharuan komitmen untuk memerangi perdagangan orang atau human trafficking ini. 


NEGRO/INDO
    
        Bicara tentang perbudakan, tidak ada yang bisa dibenarkan, hubungan yang erta antara pemilik budak dan budaknya tidak bias dijadikan alasan untuk memeperlakukan Budak secara semena-mena, mencabut hak asasi manusia setiap budak secara seenaknya adalah tindakan yang kriminal dan sangat tidak manusiawi.perbudakan ini baiknya menjadi pembelajaran bagi semua manusia untuk tidak semena-mena dengan berbagai macam alasan sehingga melakukan perampasan hak-hak yang paling manusiawi dari diri seseorang.

Kondisi Kerukunan antar Umat Beragama



 
Kerukunan antar umat beragama di Indonesia selalu terganggu oleh ekspansi agama tertentu yang mengemban missi pemurtadan massal di kalangan pemeluk agama lain .
Perebutan dan ekspansi agama yang mengganggu hubungan antar pemeluk agama ini sudah berkali-kali dicoba untuk diatasi lewat berbagai agenda musyawarah, tetapi selalu gagal. Pendekatan etika dalam menjalin hubungan antar pemeluk agama tidak membuahkan hasil.Sementara pendekatan hukum agar masalah tersebut dituntaskan secara adil juga gagal.
Bagaimana kondisi hubungan antarumat beragama di Indonesia selama ini?
 Hubungan antar umat beragama di Indonesia selama ini, saya lihat dingin-dingin panas, kadang memanas dan terkadang dingin-dingin saja. Begitu orang merasa agak lega, bahkan sampai ke tingkat agak over optimistik dengan kondusifnya situasi era trilogi kerukunan bagi baiknya hubungan sesama umat beragama, tiba-tiba meledak kasus Situbondo, Tasikmalaya, Sampang Madura, Singkawang, Pontianak, Banjarmasin, Ambon, Poso dan seterusnya, membikin kita terkesima dan penasaran. Kenapa trilogi kerukunan yang dicapai itu ternyata itu hanya di lapisan luar saja atau hanya bersifat semu, sedang di dalamnya ada sekam panas yang membara.
Maka setelah peristiwa – peristiwa konflik kerusuhan dan perusakan itu silih berganti muncul, kebanggaan terhadap trilogi kerukunan sebagai hasil terpenting Pancasila, dan pantas diekspor ke manca negara, serta merta sirna.
Orang ramai berbicara dan bertanya-tanya apakah kerusuhan demi kerusuhan itu murni kerusuhan agama atau bukan. Aktor intelektual masing-masing supaya ditangkap dan diadili. Ternyata selama ini tidak pernah ada aktor intelektual yang ditangkap apalagi diadili. Kita ini salah persepsi. Para aktor dari semua kerusuhan itu, apakah mereka intelektual atau preman adalah mereka yang terjun ke kancah kerusuhan, membakar, menghina, membunuh, menghancurkan bangunan, menjarah, merampok dan melakukan berbagai-bagai aksi kriminalitas sosial dan kemanusiaan lainnya. Sekarang yang harus diungkap dan diburu bukan para aktornya , karena mereka sudah kasat mata, tetapi para sutradara, pengatur skenarionya, dan penyebab yang berada di belakang semua tindak kekerasan dan kerusuhan itu.

Wednesday, 30 October 2013

Peran Pemuda Dalam Membangun Negara


Lebih separuh abad kita menghela nafas kemerdekaan, namun remaja yang merupakan bakal tunjangnegara masih terbelenggu oleh pelbagai kemelut sosial. Ternyata mentaliti remaja di negara kita belum lagi mengalami anjakan paradigma selaras dengan arus pembangunan negara kita. Menurut kata mutiara sarjana, “Jika ingin melihat masa hadapan sesebuah negara, lihatlah remajanya pada hari ini.” Presiden Soekarno pernah mengungkap, “Berikan saya 10 orang belia waja, nescaya akan saya gegarkan dunia.” Ternyatalah di sini bahawa remaja yang berkualiti dapat memperkasakan kegemilangan nusa dan bangsa. Oleh itu, setiap remaja perlu memainkan peranan mereka dengan penuh tanggungjawab untuk merencanakan pembangunan negara.

     Peranan signifikan remaja ialah mereka perlu belajar bersungguh-sungguh untuk mencapai kecemerlangan dari aspek akademik. Kecemerlangan akademik merupakan salah satu elemen yang maslahat untuk melahirkan remaja yang berkualiti demi kepentingan negara. Intelek merupakan faktor perdana untuk menjana kecemerlangan tamadun bangsa. Sehubungan dengan itu, remaja kita perlu proaktif menimba ilmu bukan sahaja di dalam kelas tetapi juga menuntut segala pengetahuan, terutamanya ilmu Sains dan Matematik melalui pelbagai wahana, seperti membaca buku, melayari lebuh raya maklumat di dunia maya dan sebagainya. Ketekunan dan inisiatif merupakan prasyarat untuk mencapai kecemerlangan akademik dan akan menjauhi gelaran katak di bawah tempurung. Remaja juga tidak harus terbuai dalam dunia yang mengalpakan, iaitu terlalu khusyuk dalam dunia hiburan atau mengamalkan hedonisme. Ingatlah peribahasa, ikut hati mati, ikut rasa binasa. Tegasnya, tanpa remaja yang bijak pandai maka pembangunan negara akan terbantut.
 
     Walau bagaimanapun, kecemerlangan akademik semata-mata tidak dapat menjamin pembangunan negara jika remaja kita tidak memiliki kesihatan fizikal dan mental. Remaja yang ingin membangunkan negaea perlu memiliki kekuatan fizikal dan mental untuk menempuhi segala kekangan. Pada alaf baharu yang penuh dengan kompetitif, remaja kita perlu memiliki kecergasan fizikal dan bersemangat waja diri tanpa mengenal istilah putus asa supaya dapat berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan remaja di negara maju. Untuk mencapai kesihatan fizikal dan mental, remaja kita patut mengamalkan pemakanan seimbang, menjaga kebersihan diri dan persekitaran, bersenam, bersukan, beriadah dan tidak terlibat dalam pelbagai angkara sosial seperti minum arak, merokok, kegiatan maksiat, najis dadah dan lain-lain lagi kerana terlajak perahu boleh diundur, terlajak laku buruk padahnya. Remaja kita harus sedar bahawa kesihatan merupakan aset yang tidak ternilai. Tanpa kesihatan, segala-galanya tidak lagi membawa makna. Hal ini sangat bertepatan dengan slogan rakyat sihat, negara maju. Jadi, remaja yang sihat dan mempunyai jati diri yang mapan baru dapat melaksanakan pembangunan negara.

     Selain itu, remaja juga mestilah memiliki etika atau personaliti yang luhur. Remaja kita harus disuntikkan ajaran agama dan nilai moral sejak kecil lagi kerana melentur buluh biarlah dari rebungnya. Lantaran itu, ibu bapa dan pihak sekolah memainkan peranan yang penting untuk mendidik remaja menjadi modal insan kelas pertama yang berakhlak mulia dan berjati diri unggul. Selain menitikberatkan ajaran agama dan pendidikan moral, remaja kita harus dibimbing supaya melakukan kerja amal dan memberikan khidmat sosial, misalnya bergotong-royong, menziarahi rumah kebajikan orang-orang tua dan kanak-kanak yatim, mengutip derma untuk membantu mangsa bencana alam serta terlibat dalam pelbagai aktiviti sukarela. Remaja yang dangkal imannya sudah pasti akan terjerumus ke dalam kebejatan sosial. Dengan kata lain, remaja berkepemimpinan harus bersahsiah mulia, berinsaniah, berbudi bahasa dan berkasih sayang agar dapat melahirkan negara yang maju sama ada secara luarannya dan dalamannya pada suatu hari nanti.

     Seperkara lagi, remaja juga perlu kreatif dan inovatif untuk memacu pembangunan negara yang gemilang. Hal ini terjadi demikian kerana hanya mereka yang sentiasa berani berkreatif dan mempelopori bidang yang baharu dapat mengecapi kejayaan yang terbilang. Dalam industri teknologi komunikasi dan maklumat (ICT), umat yang gigih dan berani mencuba sesuatu yang baharu akan menikmati buah kejayaan yang manis. Rentetan daripada itu, remaja kita harus dilatih supaya berani berimaginasi dan berkhayal tetapi disusuli dengan aplikasi yang teratur. Ibu bapa harus memberikan sokongan yang padu dan galakan yang tidak terhingga jika anak mereka melontarkan impian mereka. Namun demikian, impian itu bukan rekaan Mat Jenin yang tidak berasas tetapi perlu disokong dengan praktikalnya. Dalam konteks ini, penglibatan remaja dalam pelbagai bidang sama ada kebudayaan, sukan, kepimpinan atau keusahawanan berupaya menjanakan kreativiti dan inovasi remaja. Pendek kata, pembangunan negara akan tercapai jika negara kita mempunyai barisan pelapis negara yang kreatif dan inovatif.

     Akhir sekali, remaja juga dapat memainkan peranan mereka untuk membangunkan negara dengan memiliki sikap keterbukaan. Hal ini kerana apabila golongan ini mempunyai sifat sedemikian, mereka lazimnya dapat menerima teguran dan pandangan orang lain. Dalam nada yang serupa, remaja seumpama ini dapat memberi kesan kepada negara kita. Mereka dapat menjamin kestabilan politik, ekonomi dan sosial negara. Mereka akan menjadipendukung untuk mencapai perpaduan negara atau integrasi nasional demi mewujudkan kesejahteraan sosial. Mereka sentiasa mengamalkan sikap toleransi dan bertolak ansur untuk mencapai misi dan visi negara iaitu semua rakyat perlu bersatu padu di bawah satu bumbung yakni, satu bangsa satu bahasa dan satu negara. Maka, sifat keterbukaan remaja sudah pasti dapat memudahkan mereka menjadi pemimpin yang mampu membangunkan negaranya dengan penuh komited dengan dipayungi perpaduan antara rakyatnya.

   Intihanya, semua remaja mempunyai tanggungjawab dan obligasi masing-masing untuk menjana pembangunan negara kerana pemuda harapan bangsa, pemudi tiang negara. Remaja sebagai tunjang yang bakal menerajui kepimpinan negara kita haruslah merdeka daripada belenggu angkara sosial. Hanya remaja yang berkualiti akanmemangkinkan kecemerlangan negara. Jika remaja kita tidak diasuh, dibimbing dan dididik dengan kamil, tidak mustahil segala aspirasi negara hanya sekadar imaginasi semata-mata dan tidak dapat menjadi realiti. Oleh itu, remaja kita perlu terjaga daripada lena dan keasyikan serta melengkapkan diri dengan ciri-ciri yang mulia supaya dapat menempatkan diri sebagai modal insan yang cemerlang, gemilang dan terbilang. Semoga negara kita dapat berdiri dengan gah di pentas antarabangsa bergandingan dengan negara maju yang lain dan terkenal di seantero dunia.

 

Copyright @ 2015

Distributed By Free Blogger Templates | | | |